BAHAYA ! MOTIVASI BELAJAR ANAK HILANG
malas belajar 2

Ayah Bunda yang powerful,

Berbagai kesalahan yang terjadi di sekolah dalam mendidik anak yang  yang paling membahayakan dan berdampak paling negatif adalah hilangnya motivasi belajar anak. Jika anak sudah kehilangan motivasi belajarnya, secerdas apa pun dia tidak ada pelajaran yang bisa dia kuasai dengan baik. Ibarat gelas yang sudah tertutup, tidak ada air yang mampu dimasukan ke dalamnya, meski hanya satu tetes.

Seorang anak yang telah kehilangan motivasi belajarnya dapat dikenali dengan memperhatikan perilakunya. Ia menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: Pertama, menurunkan ketekunan dalam mencari jawaban. Kedua, berkurangnya suka cita dalam belajar. Ketiga, menghindar ketika disuruh belajar. Keempat, mencari jawaban instan atau kunci jawaban.

Jangan sampai anak-anak kita menunjukkan ciri-ciri di atas. Oleh karena itu sejak dini, kita perlu mengenali apa yang menjadi penyebab dari hilangnya motivasi belajar anak. Ternyata, penyebabnya adalah: pengalaman belajar yang negatif. Apa yang dimaksud dengan pengalaman belajar yang negatif? Kejadian yang dialami oleh anak saat ia belajar dan menciptakan kesan yang mendalam di benaknya bahwa belajar itu : sulit, tidak asyik dan tidak ada manfaat atau gunanya.

Setelah kita mengenali peyebab hilngnya motivasi belajar pada anak, sudah waktunya sekarang untuk mencegahnya. Bagaimana mencegah hilangnya motivasi belajar anak? Tentunya dengan tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi timbulnya pengalaman belajar yang negatif. Bagaimana caranya?

Caranya adalah sebagai berikut:

A. Belajar Itu Sulit

Bisa dicegah dengan :

  1. Kenali gaya belajar anak

Gaya belajar anak adalah bagaimana anak secara alamiah memahami pelajaran. Dengan mengenali gaya belajar anak (visual, auditori atau kineatetik) akan memudahkan guru atau orang tua memahamkan pelajaran ke anak sehingga tidak ada pelajaran yang sulit untuk dipahami bagi anak. Bagaimana caranya mengenali gaya belajar anak dan mengajar sesuai dengan gaya belajar anak sudah saya bahas secara detail di buku saya : Menjadi Pelajar Unggul terbitan Simbiosa Rekatama Media.

  1. Sampaikan materi dengan banyak cara

Ada seribu jalan menuju ke Roma. Ada banyak cara atau rumus untuk menyampaikan materi ke siswa. Guru yang kreatif memiliki banyak cara untuk memahamkan materi ke siswa. Jika dengan cara A siswa tidak paham, sampaikan dengan cara B sehingga tidak ada materi yang sulit untuk dipahami siswa.

B. Belajar Itu Tidak Asyik

Bisa dicegah dengan :

  1. Buatlah Games

Untuk membuat materi asyik buatlah games atau permainan yang bermuatan pelajaran. Dengan games anak terlibat aktif sehingga memunculkan emosi positif mereka  seperti merasa tertantang dan meraih kemenangan. Belajar pun menjadi menyenangkan.

  1. Libatkan Anak

Satu hal yang paling membuat belajar tidak asyik adalah ketika seorang guru asyik dengan diri sendirinya saat ia mengajar. Siswa dicuekin dan tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran. Stop asyk dengan diri sendiri, mulailah libatkan siswa dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan menjadi menyenangkan.

C. Belajar tidak ada manfaatnya

Bisa dicegah dengan:

  1. Buat pelajaran relevan atau nyata

Pelajaran yang teori banget atau hanya sebatas konsep, tidak ada di dalam kehidupan sehari-hari bagi anak tidak ada manfaatnya untuk dipelajari. Oleh karena itu buatlah pelajaran itu menjadi nyata, dekat dan dialami oleh anak dalam kehidupan mereka sehari-hari, anak pasti akan menemukan gunanya mempelajari pelajaran itu.

  1. Beri tahu manfaatnya belajar ini

“Buat apa saya mempelajari ini?”, jika jawaban pertanyaan tersebut tidak disampaikan kepada siswa di awal pembelajaran maka siswa tidak akan memiliki kejelasan manfaat apa yang akan mereka dapat dengan mempelajarinya. Sampaikan tujuan dari suatu pembelajaran dan manfaat nyatanya, agar pengalaman belajar yang positif tercipta.

Nah, bagaimana kalau sudah terlanjur anak kita kehilangan motivasi belajarnya? Kalau nasi sudah menjadi bubur, ya harus kita jadikan bubur ayam spesial yang lezat untuk disantap. Artinya, tidak perlu ada penyesalan, fokuslah pada solusinya. Solusinya adalah dengan menciptakan kondisi sebaliknya, yaitu: belajar itu mudah, menyenangkan dan bermanfaat. Untuk bisa menetralisir pengalaman belajar negatif menjadi positif dibutuhkan konsistensi tindakan. Carilah seorang pembimbing pribadi atau tentor privat yang secara konsisten menemani belajar anak dengan misi untuk menciptakan pengalaman belajar yang psotif (membuat belajar mudah, asyik dan bermanfaat). Bukan nilai yang menjadi target tapi keasyikan belajar anak yang menjadi prioritasnya.

Salam Powerful,

Edi Susanto

 

Bagikan info:

Informasi lainnya:

Kecerdasan-Linguistik-anak

KECERDASAN BAHASA

5 November 2023
cermin raja

MENGGALI POTENSI DIRI

17 September 2023
kadaluwarsa

PELAJARAN DI SEKOLAH KETINGGALAN ZAMAN

3 April 2023
guru hebat

GURU BIASA VS GURU HEBAT

27 February 2023
fun learning

LEARNING IS FUN

22 February 2023
lifeskills

LIFE SKILL EDUCATION

17 February 2023